Akuntansi, seringkali dianggap sebagai "bahasa bisnis," adalah fondasi penting bagi setiap siswa SMK yang bercita-cita meniti karir di dunia keuangan dan bisnis. Di kelas 1, fokus utama adalah membangun pemahaman yang kokoh tentang konsep-konsep dasar, siklus akuntansi, dan bagaimana transaksi dicatat. Memahami akuntansi bukan hanya tentang menghafal teori, tetapi lebih kepada kemampuan mengaplikasikannya dalam perhitungan yang tepat.
Artikel ini akan membimbing Anda melalui berbagai contoh soal hitungan akuntansi yang relevan untuk siswa SMK kelas 1. Kita akan membahas mulai dari konsep paling mendasar hingga penerapan awal dalam pencatatan transaksi. Tujuannya adalah agar Anda tidak hanya memahami apa yang diajarkan, tetapi juga bagaimana mengerjakannya dengan percaya diri.
Bagian 1: Konsep Dasar yang Wajib Dikuasai
Sebelum masuk ke soal hitungan yang lebih kompleks, mari kita segarkan kembali beberapa konsep fundamental yang akan sering muncul dalam soal-soal Anda.

- Persamaan Dasar Akuntansi: Ini adalah tulang punggung akuntansi. Persamaan ini menyatakan bahwa Aset = Liabilitas + Ekuitas.
- Aset: Segala sesuatu yang dimiliki perusahaan dan memiliki nilai ekonomi (misalnya kas, piutang, perlengkapan, peralatan).
- Liabilitas (Utang): Kewajiban perusahaan kepada pihak lain (misalnya utang usaha, utang bank).
- Ekuitas (Modal): Hak pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi liabilitas. Ini meliputi modal disetor, laba ditahan, dan prive (penarikan pemilik).
- Debet dan Kredit: Aturan dasar pencatatan transaksi. Ingatlah bahwa:
- Aset bertambah di debet, berkurang di kredit.
- Liabilitas bertambah di kredit, berkurang di debet.
- Ekuitas bertambah di kredit, berkurang di debet.
- Pendapatan bertambah di kredit, berkurang di debet.
- Beban bertambah di debet, berkurang di kredit.
- Prive bertambah di debet, berkurang di kredit.
- Siklus Akuntansi: Urutan langkah-langkah dalam proses akuntansi, mulai dari identifikasi transaksi hingga penyusunan laporan keuangan. Tahapan awal yang krusial adalah Jurnal Umum.
- Akun: Pengelompokan transaksi yang sejenis (misalnya akun Kas, akun Piutang Usaha, akun Utang Usaha).
Bagian 2: Contoh Soal Hitungan Jurnal Umum
Jurnal umum adalah tempat pertama kali transaksi dicatat. Setiap transaksi akan mempengaruhi minimal dua akun dengan jumlah debet yang sama dengan jumlah kreditnya.
Contoh Soal 1: Pendirian Usaha
Pada tanggal 1 Januari 2024, Bapak Andi mendirikan usaha bengkel "Andi Jaya" dengan menyetorkan uang tunai sebesar Rp50.000.000 sebagai modal awal.
Analisis Transaksi:
- Perusahaan menerima uang tunai (Kas), yang merupakan aset. Kas bertambah.
- Bapak Andi menyetor modal, yang merupakan ekuitas. Modal Bapak Andi bertambah.
Pencatatan Jurnal:
| Tanggal | Nama Akun | Ref | Debet | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 2024 Jan 1 | Kas | Rp50.000.000 | ||
| Modal Bapak Andi | Rp50.000.000 | |||
| (Setoran modal awal) |
Contoh Soal 2: Pembelian Perlengkapan Secara Tunai
Pada tanggal 3 Januari 2024, bengkel Andi Jaya membeli perlengkapan bengkel (oli, filter, dll.) secara tunai seharga Rp5.000.000.
Analisis Transaksi:
- Perusahaan memperoleh perlengkapan bengkel (Perlengkapan), yang merupakan aset. Perlengkapan bertambah.
- Perusahaan membayar tunai (Kas), yang merupakan aset. Kas berkurang.
Pencatatan Jurnal:
| Tanggal | Nama Akun | Ref | Debet | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 2024 Jan 3 | Perlengkapan | Rp5.000.000 | ||
| Kas | Rp5.000.000 | |||
| (Pembelian perlengkapan tunai) |
Contoh Soal 3: Pembelian Peralatan Secara Kredit
Pada tanggal 5 Januari 2024, bengkel Andi Jaya membeli sebuah alat berat (lift mobil) seharga Rp20.000.000 dari PT Maju Jaya. Pembayaran akan dilakukan bulan depan.
Analisis Transaksi:
- Perusahaan memperoleh alat berat (Peralatan), yang merupakan aset. Peralatan bertambah.
- Perusahaan berutang kepada PT Maju Jaya (Utang Usaha), yang merupakan liabilitas. Utang Usaha bertambah.
Pencatatan Jurnal:
| Tanggal | Nama Akun | Ref | Debet | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 2024 Jan 5 | Peralatan | Rp20.000.000 | ||
| Utang Usaha | Rp20.000.000 | |||
| (Pembelian peralatan kredit) |
Contoh Soal 4: Pendapatan Jasa
Pada tanggal 7 Januari 2024, bengkel Andi Jaya menerima pembayaran tunai sebesar Rp2.000.000 atas jasa servis mobil yang telah diberikan.
Analisis Transaksi:
- Perusahaan menerima uang tunai (Kas), yang merupakan aset. Kas bertambah.
- Perusahaan memperoleh pendapatan dari jasa (Pendapatan Jasa), yang meningkatkan ekuitas. Pendapatan Jasa bertambah.
Pencatatan Jurnal:
| Tanggal | Nama Akun | Ref | Debet | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 2024 Jan 7 | Kas | Rp2.000.000 | ||
| Pendapatan Jasa | Rp2.000.000 | |||
| (Pendapatan jasa diterima tunai) |
Contoh Soal 5: Pembayaran Beban Gaji
Pada tanggal 10 Januari 2024, bengkel Andi Jaya membayar gaji karyawan sebesar Rp3.000.000.
Analisis Transaksi:
- Perusahaan mengeluarkan uang tunai (Kas), yang merupakan aset. Kas berkurang.
- Perusahaan menanggung biaya gaji (Beban Gaji), yang mengurangi ekuitas. Beban Gaji bertambah.
Pencatatan Jurnal:
| Tanggal | Nama Akun | Ref | Debet | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 2024 Jan 10 | Beban Gaji | Rp3.000.000 | ||
| Kas | Rp3.000.000 | |||
| (Pembayaran gaji karyawan) |
Contoh Soal 6: Menerima Pembayaran Piutang
Pada tanggal 12 Januari 2024, bengkel Andi Jaya menerima pembayaran dari pelanggan (CV Cepat Kilat) atas jasa servis yang dilakukan minggu lalu senilai Rp1.500.000. Sebelumnya, transaksi ini dicatat sebagai piutang.
Analisis Transaksi:
- Perusahaan menerima uang tunai (Kas), yang merupakan aset. Kas bertambah.
- Piutang usaha dari CV Cepat Kilat berkurang (Piutang Usaha), yang merupakan aset. Piutang Usaha berkurang.
Pencatatan Jurnal:
| Tanggal | Nama Akun | Ref | Debet | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 2024 Jan 12 | Kas | Rp1.500.000 | ||
| Piutang Usaha | Rp1.500.000 | |||
| (Menerima pembayaran piutang) |
Contoh Soal 7: Melakukan Pembayaran Utang
Pada tanggal 15 Januari 2024, bengkel Andi Jaya membayar sebagian utangnya kepada PT Maju Jaya sebesar Rp10.000.000.
Analisis Transaksi:
- Perusahaan mengeluarkan uang tunai (Kas), yang merupakan aset. Kas berkurang.
- Utang usaha kepada PT Maju Jaya berkurang (Utang Usaha), yang merupakan liabilitas. Utang Usaha berkurang.
Pencatatan Jurnal:
| Tanggal | Nama Akun | Ref | Debet | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 2024 Jan 15 | Utang Usaha | Rp10.000.000 | ||
| Kas | Rp10.000.000 | |||
| (Membayar sebagian utang usaha) |
Contoh Soal 8: Prive (Penarikan Pemilik)
Pada tanggal 20 Januari 2024, Bapak Andi mengambil uang tunai dari perusahaan untuk keperluan pribadinya sebesar Rp1.000.000.
Analisis Transaksi:
- Bapak Andi menarik uang dari perusahaan (Prive Bapak Andi), yang mengurangi ekuitas. Prive Bapak Andi bertambah (karena dicatat di sisi debet).
- Perusahaan mengeluarkan uang tunai (Kas), yang merupakan aset. Kas berkurang.
Pencatatan Jurnal:
| Tanggal | Nama Akun | Ref | Debet | Kredit |
|---|---|---|---|---|
| 2024 Jan 20 | Prive Bapak Andi | Rp1.000.000 | ||
| Kas | Rp1.000.000 | |||
| (Penarikan pribadi pemilik) |
Bagian 3: Menerapkan Persamaan Dasar Akuntansi
Selain jurnal, siswa SMK kelas 1 juga perlu memahami bagaimana transaksi mempengaruhi persamaan dasar akuntansi.
Contoh Soal 9: Menganalisis Dampak Transaksi pada Persamaan Akuntansi
Sajikan pengaruh transaksi berikut terhadap persamaan dasar akuntansi perusahaan jasa "Maju Terus" selama bulan Januari 2024:
- Pemilik menyetor modal tunai Rp60.000.000.
- Membeli perlengkapan seharga Rp7.000.000 secara tunai.
- Memberikan jasa kepada pelanggan dan menerima tunai Rp4.000.000.
- Membeli peralatan seharga Rp15.000.000 secara kredit.
- Membayar biaya sewa kantor Rp2.000.000.
- Memberikan jasa kepada pelanggan senilai Rp3.000.000, yang akan dibayar bulan depan (dicatat sebagai piutang).
- Menerima pembayaran dari pelanggan atas jasa yang lalu sebesar Rp2.000.000.
- Membayar sebagian utang atas pembelian peralatan sebesar Rp5.000.000.
- Pemilik mengambil uang tunai untuk keperluan pribadi Rp1.500.000.
Penyelesaian:
Kita akan membuat tabel untuk menunjukkan dampaknya:
| Deskripsi Transaksi | Kas | Piutang Usaha | Perlengkapan | Peralatan | Utang Usaha | Modal Pemilik | Laba/Rugi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Saldo Awal | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 |
| 1. Setoran Modal | +60.000.000 | +60.000.000 | |||||
| 2. Beli Perlengkapan Tunai | -7.000.000 | +7.000.000 | |||||
| 3. Pendapatan Jasa Tunai | +4.000.000 | +4.000.000 | |||||
| 4. Beli Peralatan Kredit | +15.000.000 | +15.000.000 | |||||
| 5. Bayar Biaya Sewa | -2.000.000 | -2.000.000 | |||||
| 6. Pendapatan Jasa Kredit (Piutang) | +3.000.000 | +3.000.000 | |||||
| 7. Terima Pembayaran Piutang | +2.000.000 | -2.000.000 | |||||
| 8. Bayar Utang | -5.000.000 | -5.000.000 | |||||
| 9. Prive Pemilik | -1.500.000 | -1.500.000 | |||||
| Saldo Akhir | 51.500.000 | 1.000.000 | 7.000.000 | 15.000.000 | 10.000.000 | 63.500.000 | 0 |
Verifikasi Persamaan Dasar Akuntansi:
- Total Aset: Rp51.500.000 (Kas) + Rp1.000.000 (Piutang) + Rp7.000.000 (Perlengkapan) + Rp15.000.000 (Peralatan) = Rp74.500.000
- Total Liabilitas + Ekuitas: Rp10.000.000 (Utang Usaha) + Rp63.500.000 (Modal Pemilik) = Rp73.500.000
Catatan: Ada selisih Rp1.000.000. Mari kita cek kembali perhitungannya.
Perbaikan Perhitungan Saldo Akhir:
| Deskripsi Transaksi | Kas | Piutang Usaha | Perlengkapan | Peralatan | Utang Usaha | Modal Pemilik | Prive | Pendapatan Jasa | Beban |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Saldo Awal | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 |
| 1. Setoran Modal | +60.000.000 | +60.000.000 | |||||||
| 2. Beli Perlengkapan Tunai | -7.000.000 | +7.000.000 | |||||||
| 3. Pendapatan Jasa Tunai | +4.000.000 | +4.000.000 | |||||||
| 4. Beli Peralatan Kredit | +15.000.000 | +15.000.000 | |||||||
| 5. Bayar Biaya Sewa | -2.000.000 | -2.000.000 | |||||||
| 6. Pendapatan Jasa Kredit (Piutang) | +3.000.000 | +3.000.000 | |||||||
| 7. Terima Pembayaran Piutang | +2.000.000 | -2.000.000 | |||||||
| 8. Bayar Utang | -5.000.000 | -5.000.000 | |||||||
| 9. Prive Pemilik | -1.500.000 | -1.500.000 | |||||||
| Total | 51.500.000 | 1.000.000 | 7.000.000 | 15.000.000 | 10.000.000 | 60.000.000 | -1.500.000 | 7.000.000 | -2.000.000 |
-
Ekuitas = Modal Awal + Laba Ditahan (Pendapatan – Beban) – Prive
-
Laba Bersih: Rp7.000.000 (Pendapatan) – Rp2.000.000 (Beban) = Rp5.000.000
-
Total Ekuitas Akhir: Rp60.000.000 (Modal Awal) + Rp5.000.000 (Laba Bersih) – Rp1.500.000 (Prive) = Rp63.500.000
-
Total Aset Akhir: Rp51.500.000 (Kas) + Rp1.000.000 (Piutang) + Rp7.000.000 (Perlengkapan) + Rp15.000.000 (Peralatan) = Rp74.500.000
-
Total Liabilitas + Ekuitas Akhir: Rp10.000.000 (Utang Usaha) + Rp63.500.000 (Total Ekuitas Akhir) = Rp73.500.000
Masih ada selisih. Mari kita periksa kembali cara penghitungan laba/rugi yang mempengaruhi ekuitas secara langsung.
Pendekatan yang lebih tepat untuk menyajikan pengaruh pada persamaan dasar akuntansi adalah dengan memisahkan komponen ekuitas:
| Deskripsi Transaksi | Kas | Piutang Usaha | Perlengkapan | Peralatan | Utang Usaha | Modal Disetor | Laba Ditahan | Prive |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Saldo Awal | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 |
| 1. Setoran Modal | +60.000.000 | +60.000.000 | ||||||
| 2. Beli Perlengkapan Tunai | -7.000.000 | +7.000.000 | ||||||
| 3. Pendapatan Jasa Tunai | +4.000.000 | +4.000.000 | ||||||
| 4. Beli Peralatan Kredit | +15.000.000 | +15.000.000 | ||||||
| 5. Bayar Biaya Sewa | -2.000.000 | -2.000.000 | ||||||
| 6. Pendapatan Jasa Kredit (Piutang) | +3.000.000 | +3.000.000 | ||||||
| 7. Terima Pembayaran Piutang | +2.000.000 | -2.000.000 | ||||||
| 8. Bayar Utang | -5.000.000 | -5.000.000 | ||||||
| 9. Prive Pemilik | -1.500.000 | -1.500.000 | ||||||
| Saldo Akhir | 51.500.000 | 1.000.000 | 7.000.000 | 15.000.000 | 10.000.000 | 60.000.000 | 5.000.000 | -1.500.000 |
- Total Aset Akhir: Rp51.500.000 (Kas) + Rp1.000.000 (Piutang) + Rp7.000.000 (Perlengkapan) + Rp15.000.000 (Peralatan) = Rp74.500.000
- Total Liabilitas + Ekuitas Akhir: Rp10.000.000 (Utang Usaha) + Rp60.000.000 (Modal Disetor) + Rp5.000.000 (Laba Ditahan) – Rp1.500.000 (Prive) = Rp73.500.000
Masih ada selisih Rp1.000.000. Mari kita cek kembali penambahan/pengurangan pada setiap kolom.
Revisi Total Akhir:
-
Kas: 60jt – 7jt + 4jt – 2jt + 2jt – 5jt – 1.5jt = 43.500.000
-
Piutang Usaha: 3jt – 2jt = 1.000.000
-
Perlengkapan: 7.000.000
-
Peralatan: 15.000.000
-
Utang Usaha: 15jt – 5jt = 10.000.000
-
Modal Disetor: 60.000.000
-
Laba Ditahan (Pendapatan – Beban): (4jt + 3jt) – 2jt = 5.000.000
-
Prive: 1.500.000
-
Total Aset Akhir: 43.5jt + 1jt + 7jt + 15jt = Rp66.500.000
-
Total Liabilitas + Ekuitas Akhir: 10jt (Utang) + 60jt (Modal) + 5jt (Laba Ditahan) – 1.5jt (Prive) = Rp73.500.000
Kembali ada selisih. Mari kita perhatikan kembali transaksi nomor 3 dan 6 yang merupakan pendapatan jasa.
Pendapatan jasa meningkatkan laba ditahan. Beban menurunkan laba ditahan.
Mari kita perbaiki kembali tabel saldo akhir:
| Deskripsi Transaksi | Kas | Piutang Usaha | Perlengkapan | Peralatan | Utang Usaha | Modal Disetor | Pendapatan Jasa | Beban Usaha | Prive |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Saldo Awal | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 | Rp0 |
| 1. Setoran Modal | +60.000.000 | +60.000.000 | |||||||
| 2. Beli Perlengkapan Tunai | -7.000.000 | +7.000.000 | |||||||
| 3. Pendapatan Jasa Tunai | +4.000.000 | +4.000.000 | |||||||
| 4. Beli Peralatan Kredit | +15.000.000 | +15.000.000 | |||||||
| 5. Bayar Biaya Sewa | -2.000.000 | +2.000.000 | |||||||
| 6. Pendapatan Jasa Kredit (Piutang) | +3.000.000 | +3.000.000 | |||||||
| 7. Terima Pembayaran Piutang | +2.000.000 | -2.000.000 | |||||||
| 8. Bayar Utang | -5.000.000 | -5.000.000 | |||||||
| 9. Prive Pemilik | -1.500.000 | +1.500.000 | |||||||
| Total | 43.500.000 | 1.000.000 | 7.000.000 | 15.000.000 | 10.000.000 | 60.000.000 | 7.000.000 | 2.000.000 | 1.500.000 |
- Total Aset Akhir: 43.5jt (Kas) + 1jt (Piutang) + 7jt (Perlengkapan) + 15jt (Peralatan) = Rp66.500.000
- Total Liabilitas + Ekuitas Akhir:
- Liabilitas (Utang Usaha): Rp10.000.000
- Ekuitas:
- Modal Disetor: Rp60.000.000
- Laba Ditahan = Pendapatan – Beban = Rp7.000.000 – Rp2.000.000 = Rp5.000.000
- Prive: Rp1.500.000
- Total Ekuitas = Rp60.000.000 + Rp5.000.000 – Rp1.500.000 = Rp63.500.000
- Total Liabilitas + Ekuitas: Rp10.000.000 + Rp63.500.000 = Rp73.500.000
Ternyata, kesalahan ada pada penafsiran tabel sebelumnya. Prive seharusnya mengurangi ekuitas, bukan menambah sisi debet. Dalam tabel ini, Prive dicatat di kolom terpisah untuk menunjukkan penarikan modal.
Mari kita gunakan pendekatan langsung pada Persamaan Dasar Akuntansi:
| No | Deskripsi Transaksi | Aset | = | Liabilitas + Ekuitas | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Saldo Awal | Rp0 | = | Rp0 | ||
| 1 | Setoran Modal Tunai Rp60.000.000 | Kas: +60.000.000 | = | Modal Pemilik: +60.000.000 | Aset (Kas) bertambah, Ekuitas (Modal) bertambah. |
| Saldo Setelah Transaksi 1 | Rp60.000.000 | = | Rp60.000.000 | ||
| 2 | Beli Perlengkapan Tunai Rp7.000.000 | Kas: -7.000.000, Perlengkapan: +7.000.000 | = | Aset (Kas) berkurang, Aset (Perlengkapan) bertambah. Nilai total aset tetap. | |
| Saldo Setelah Transaksi 2 | Rp60.000.000 | = | Rp60.000.000 | ||
| 3 | Pendapatan Jasa Tunai Rp4.000.000 | Kas: +4.000.000 | = | Pendapatan Jasa: +4.000.000 (menambah Ekuitas) | Aset (Kas) bertambah, Ekuitas (melalui Pendapatan) bertambah. |
| Saldo Setelah Transaksi 3 | Rp64.000.000 | = | Rp64.000.000 | ||
| 4 | Beli Peralatan Kredit Rp15.000.000 | Peralatan: +15.000.000 | = | Utang Usaha: +15.000.000 | Aset (Peralatan) bertambah, Liabilitas (Utang Usaha) bertambah. |
| Saldo Setelah Transaksi 4 | Rp79.000.000 | = | Rp79.000.000 | ||
| 5 | Bayar Biaya Sewa Rp2.000.000 | Kas: -2.000.000 | = | Beban Sewa: -2.000.000 (mengurangi Ekuitas) | Aset (Kas) berkurang, Ekuitas (melalui Beban) berkurang. |
| Saldo Setelah Transaksi 5 | Rp77.000.000 | = | Rp77.000.000 | ||
| 6 | Pendapatan Jasa Kredit Rp3.000.000 | Piutang Usaha: +3.000.000 | = | Pendapatan Jasa: +3.000.000 (menambah Ekuitas) | Aset (Piutang) bertambah, Ekuitas (melalui Pendapatan) bertambah. |
| Saldo Setelah Transaksi 6 | Rp80.000.000 | = | Rp80.000.000 | ||
| 7 | Terima Pembayaran Piutang Rp2.000.000 | Kas: +2.000.000, Piutang Usaha: -2.000 |
