Semester pertama kelas 10 merupakan gerbang awal bagi siswa dalam mendalami dunia kimia yang menarik. Materi yang diajarkan umumnya mencakup konsep-konsep fundamental yang menjadi pondasi untuk pembelajaran kimia di tingkat selanjutnya. Ujian Akhir Semester (UAS) menjadi tolok ukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Untuk membantu Anda mempersiapkan diri dengan optimal, artikel ini akan menyajikan kumpulan contoh soal UAS Kimia Kelas 10 Semester 1 beserta pembahasan mendalam.
Persiapan UAS tidak hanya sekadar menghafal rumus, tetapi lebih kepada memahami konsep di baliknya, bagaimana menerapkannya dalam berbagai situasi, dan kemampuan menganalisis soal. Dengan latihan soal yang variatif dan pemahaman atas pembahasannya, Anda akan lebih percaya diri dalam menghadapi UAS.
Mari kita mulai perjalanan kita dengan membahas beberapa topik kunci yang sering muncul dalam UAS Kimia Kelas 10 Semester 1.
Topik Kunci dan Contoh Soal UAS Kimia Kelas 10 Semester 1

Berikut adalah beberapa topik utama yang akan kita bahas, dilengkapi dengan contoh soal dan pembahasannya:
1. Hakikat Kimia dan Peranannya dalam Kehidupan
Topik ini memperkenalkan kimia sebagai ilmu pengetahuan, objek studi, metode ilmiah, serta bagaimana kimia berperan dalam kehidupan sehari-hari, industri, dan teknologi.
Contoh Soal 1:
Perhatikan urutan berikut dalam metode ilmiah:
(1) Merumuskan hipotesis
(2) Melakukan eksperimen
(3) Mengamati fenomena
(4) Menarik kesimpulan
(5) Mengolah dan menganalisis data
Urutan yang tepat dalam metode ilmiah adalah…
A. (3) – (1) – (2) – (5) – (4)
B. (3) – (2) – (1) – (5) – (4)
C. (1) – (3) – (2) – (5) – (4)
D. (2) – (1) – (3) – (5) – (4)
E. (3) – (5) – (2) – (1) – (4)
Pembahasan Soal 1:
Metode ilmiah adalah langkah-langkah sistematis yang digunakan untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan. Urutan yang benar dimulai dari pengamatan terhadap suatu fenomena, kemudian merumuskan pertanyaan atau masalah. Selanjutnya, dibuat dugaan sementara atau hipotesis. Setelah itu, dilakukan eksperimen untuk menguji hipotesis. Data yang diperoleh dari eksperimen kemudian diolah dan dianalisis. Terakhir, berdasarkan analisis data, ditarik kesimpulan.
Jadi, urutan yang tepat adalah:
(3) Mengamati fenomena
(1) Merumuskan hipotesis
(2) Melakukan eksperimen
(5) Mengolah dan menganalisis data
(4) Menarik kesimpulan
Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah A.
2. Pengukuran dalam Kimia
Bagian ini meliputi konsep besaran pokok dan turunan, satuan-satuan dalam SI, alat ukur kimia, dan angka penting.
Contoh Soal 2:
Sebuah batang besi diukur panjangnya menggunakan penggaris dengan ketelitian 0,1 cm. Hasil pengukuran menunjukkan panjangnya adalah 25,3 cm. Berapa angka penting pada hasil pengukuran tersebut?
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
Pembahasan Soal 2:
Angka penting adalah angka yang diperoleh dari hasil pengukuran dan memiliki arti atau makna. Aturan penentuan angka penting adalah sebagai berikut:
- Semua angka bukan nol adalah angka penting.
- Angka nol di antara angka bukan nol adalah angka penting.
- Angka nol di depan angka bukan nol (leading zeros) bukan angka penting.
- Angka nol di belakang angka bukan nol (trailing zeros) setelah koma desimal adalah angka penting.
Dalam hasil pengukuran 25,3 cm:
- Angka 2 dan 5 adalah bukan nol, sehingga keduanya angka penting.
- Angka 3 adalah angka bukan nol, sehingga angka penting.
- Angka nol tidak ada dalam pengukuran ini.
Jadi, angka 2, 5, dan 3 semuanya adalah angka penting. Terdapat 3 angka penting pada hasil pengukuran tersebut.
Jawaban yang benar adalah B.
Contoh Soal 3:
Sebuah balok kayu memiliki volume 50,5 cm³. Jika massa balok kayu tersebut adalah 45,25 gram, maka berapakah massa jenis balok kayu tersebut jika dibulatkan hingga 3 angka penting?
Pembahasan Soal 3:
Massa jenis ($rho$) didefinisikan sebagai perbandingan antara massa (m) dan volume (V):
$rho = fracmV$
Diketahui:
m = 45,25 gram (4 angka penting)
V = 50,5 cm³ (3 angka penting)
$rho = frac45,25 text gram50,5 text cm^3$
$rho approx 0,8960396… text g/cm^3$
Kita perlu membulatkan hasil perhitungan massa jenis hingga 3 angka penting. Angka penting pertama adalah 8, angka penting kedua adalah 9, dan angka penting ketiga adalah 6. Angka setelah 6 adalah 0, yang lebih kecil dari 5, sehingga angka 6 tetap.
Jadi, massa jenis balok kayu tersebut setelah dibulatkan menjadi 0,896 g/cm³.
3. Zat Tunggal dan Campuran
Materi ini membedakan antara unsur, senyawa, larutan, suspensi, dan koloid. Siswa juga diajarkan cara memisahkan campuran.
Contoh Soal 4:
Berikut ini yang termasuk dalam zat tunggal adalah…
A. Udara, air laut, garam
B. Air, gula, pasir
C. Besi, oksigen, air murni
D. Minyak, cuka, tanah
E. Asam cuka, alkohol, asap
Pembahasan Soal 4:
Zat tunggal adalah zat yang hanya terdiri dari satu jenis materi. Unsur dan senyawa termasuk dalam zat tunggal.
- Unsur: Tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa (contoh: besi (Fe), oksigen (O₂), hidrogen (H₂)).
- Senyawa: Dibentuk dari dua unsur atau lebih yang bereaksi secara kimia dan memiliki perbandingan massa yang tetap (contoh: air (H₂O), garam dapur (NaCl), gula (C₁₂H₂₂O₁₁)).
Mari kita analisis pilihan:
A. Udara (campuran), air laut (campuran), garam (senyawa).
B. Air (senyawa), gula (senyawa), pasir (campuran).
C. Besi (unsur), oksigen (unsur), air murni (senyawa). Ketiganya adalah zat tunggal.
D. Minyak (campuran), cuka (campuran), tanah (campuran).
E. Asam cuka (campuran), alkohol (senyawa), asap (campuran).
Jadi, yang semuanya termasuk zat tunggal adalah C.
Contoh Soal 5:
Metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih antara komponen-komponennya adalah…
A. Destilasi
B. Filtrasi
C. Sublimasi
D. Evaporasi
E. Dekantasi
Pembahasan Soal 5:
Setiap metode pemisahan campuran memiliki prinsip kerja yang berbeda:
- Destilasi: Memisahkan komponen dalam campuran cair berdasarkan perbedaan titik didih. Cairan dipanaskan hingga mendidih, uapnya kemudian didinginkan dan mengembun kembali menjadi cairan murni.
- Filtrasi: Memisahkan padatan dari cairan menggunakan saringan (filter).
- Sublimasi: Memisahkan zat padat yang dapat menyublim dari zat lain yang tidak dapat menyublim.
- Evaporasi: Menguapkan pelarut dari suatu larutan untuk mendapatkan zat terlarut yang padat.
- Dekantasi: Memisahkan cairan dari endapan padat dengan cara menuangkan cairan perlahan-lahan.
Berdasarkan definisi, metode pemisahan yang didasarkan pada perbedaan titik didih adalah A. Destilasi.
4. Struktur Atom
Topik ini membahas model-model atom dari Dalton, Thomson, Rutherford, hingga Bohr, serta notasi atom, isotop, isoton, dan isoelektron.
Contoh Soal 6:
Suatu atom X memiliki nomor atom 12 dan nomor massa 24. Pernyataan yang benar mengenai atom X adalah…
A. Memiliki 12 proton, 12 elektron, dan 12 neutron.
B. Memiliki 12 proton, 10 elektron, dan 12 neutron.
C. Memiliki 12 proton, 12 elektron, dan 24 neutron.
D. Memiliki 12 proton, 12 elektron, dan 0 neutron.
E. Memiliki 12 proton, 24 elektron, dan 12 neutron.
Pembahasan Soal 6:
Nomor atom (Z) suatu unsur menunjukkan jumlah proton dalam inti atom. Dalam atom netral, jumlah elektron sama dengan jumlah proton. Nomor massa (A) adalah jumlah proton ditambah jumlah neutron dalam inti atom.
Untuk atom X:
Nomor atom (Z) = 12, berarti jumlah proton = 12.
Karena atom X netral, maka jumlah elektron = jumlah proton = 12.
Nomor massa (A) = 24.
Nomor massa (A) = jumlah proton + jumlah neutron
24 = 12 + jumlah neutron
Jumlah neutron = 24 – 12 = 12.
Jadi, atom X memiliki 12 proton, 12 elektron, dan 12 neutron.
Jawaban yang benar adalah A.
Contoh Soal 7:
Atom Na⁺ memiliki 10 elektron. Jika nomor atom Na adalah 11, maka jumlah proton dan neutron dalam inti atom Na adalah…
A. 11 proton, 12 neutron
B. 11 proton, 11 neutron
C. 10 proton, 12 neutron
D. 10 proton, 11 neutron
E. 12 proton, 11 neutron
Pembahasan Soal 7:
Nomor atom Na adalah 11, yang berarti atom Na memiliki 11 proton.
Atom Na⁺ adalah ion positif yang terbentuk ketika atom Na kehilangan 1 elektron.
Jumlah elektron dalam atom Na netral = jumlah proton = 11.
Jumlah elektron dalam Na⁺ = 11 (proton) – 1 (elektron yang dilepas) = 10 elektron.
Informasi bahwa Na⁺ memiliki 10 elektron sesuai dengan jumlah protonnya.
Untuk menentukan jumlah neutron, kita perlu mengetahui nomor massa (A) atom Na. Namun, nomor massa tidak diberikan secara langsung. Kita hanya tahu nomor atom (Z) = 11.
Kita tahu bahwa nomor massa (A) = jumlah proton + jumlah neutron.
Karena nomor atom (Z) = 11, maka jumlah proton = 11.
Kita perlu mencari informasi nomor massa atom Na. Jika tidak diberikan, kita bisa menggunakan informasi isotop yang umum. Namun, biasanya dalam soal seperti ini, informasi nomor massa atau jumlah neutron akan disertakan atau dapat dicari.
Asumsi umum: Jika tidak ada informasi spesifik, kita perlu mengacu pada tabel periodik atau informasi tambahan.
Nomor massa isotop paling stabil atau paling umum dari Natrium (Na) adalah 23.
Jika nomor massa (A) = 23 dan jumlah proton (Z) = 11, maka:
Jumlah neutron = A – Z = 23 – 11 = 12 neutron.
Jadi, inti atom Na memiliki 11 proton dan 12 neutron.
Jawaban yang benar adalah A.
5. Konfigurasi Elektron dan Bilangan Kuantum
Bagian ini membahas pengisian elektron dalam kulit dan subkulit atom, serta konsep bilangan kuantum yang menggambarkan keadaan elektron.
Contoh Soal 8:
Konfigurasi elektron dari atom S (nomor atom 16) adalah…
A. 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁴
B. 1s² 2s² 2p⁶ 3s⁴ 3p²
C. 1s² 2s² 2p⁵ 3s² 3p⁵
D. 1s² 2s⁶ 2p⁶ 3s²
E. 1s² 2s² 2p⁴ 3s⁶ 3p⁴
Pembahasan Soal 8:
Nomor atom S adalah 16, artinya atom S memiliki 16 elektron. Pengisian elektron mengikuti aturan Auf-bau (dari tingkat energi terendah ke tertinggi) dan kaidah Hund serta larangan Pauli.
Tingkat energi subkulit: 1s < 2s < 2p < 3s < 3p < 4s < 3d < …
Kapasitas maksimum elektron per subkulit:
s = 2 elektron
p = 6 elektron
d = 10 elektron
f = 14 elektron
Mari kita isi elektron S (16 elektron):
- Subkulit 1s dapat menampung maksimal 2 elektron. Tersisa 16 – 2 = 14 elektron. Konfigurasi: 1s²
- Subkulit 2s dapat menampung maksimal 2 elektron. Tersisa 14 – 2 = 12 elektron. Konfigurasi: 1s² 2s²
- Subkulit 2p dapat menampung maksimal 6 elektron. Tersisa 12 – 6 = 6 elektron. Konfigurasi: 1s² 2s² 2p⁶
- Subkulit 3s dapat menampung maksimal 2 elektron. Tersisa 6 – 2 = 4 elektron. Konfigurasi: 1s² 2s² 2p⁶ 3s²
- Subkulit 3p dapat menampung sisa elektron, yaitu 4 elektron. Konfigurasi: 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁴
Total elektron = 2 + 2 + 6 + 2 + 4 = 16 elektron.
Jadi, konfigurasi elektron atom S adalah A. 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁴.
6. Sistem Periodik Unsur
Mempelajari sejarah perkembangan tabel periodik, pengelompokan unsur (golongan dan periode), sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, keelektronegatifan).
Contoh Soal 9:
Unsur-unsur yang berada dalam satu golongan pada sistem periodik unsur memiliki kemiripan sifat kimia karena…
A. Jumlah kulit elektronnya sama
B. Jumlah elektron valensinya sama
C. Jumlah protonnya sama
D. Nomor massanya sama
E. Konfigurasi elektronnya sama persis
Pembahasan Soal 9:
Golongan dalam tabel periodik adalah kolom vertikal. Unsur-unsur dalam satu golongan memiliki jumlah elektron valensi yang sama. Elektron valensi adalah elektron pada kulit terluar atom yang menentukan sifat kimia suatu unsur. Karena jumlah elektron valensi yang sama, maka unsur-unsur dalam satu golongan cenderung memiliki reaktivitas dan cara bereaksi yang serupa.
- Jumlah kulit elektronnya sama biasanya untuk unsur dalam satu periode.
- Jumlah proton yang sama adalah ciri khas suatu unsur (menentukan nomor atom).
- Nomor massa bisa berbeda untuk isotop.
- Konfigurasi elektron tidak sama persis, tetapi jumlah elektron valensi dan pola pengisian elektron di kulit terluar yang mirip.
Jadi, kemiripan sifat kimia unsur dalam satu golongan disebabkan oleh B. Jumlah elektron valensinya sama.
Contoh Soal 10:
Diketahui unsur-unsur dengan nomor atom sebagai berikut: A (Z=11), B (Z=12), C (Z=17), D (Z=19), E (Z=20). Urutan jari-jari atom dari yang terbesar ke terkecil adalah…
A. A > B > E > D > C
B. D > E > A > B > C
C. C > B > A > E > D
D. D > A > E > B > C
E. E > D > A > B > C
Pembahasan Soal 10:
Untuk menentukan urutan jari-jari atom, kita perlu menempatkan unsur-unsur tersebut dalam sistem periodik unsur.
- A (Z=11): 1s² 2s² 2p⁶ 3s¹ (Periode 3, Golongan IA)
- B (Z=12): 1s² 2s² 2p⁶ 3s² (Periode 3, Golongan IIA)
- C (Z=17): 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁵ (Periode 3, Golongan VIIA)
- D (Z=19): 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s¹ (Periode 4, Golongan IA)
- E (Z=20): 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s² (Periode 4, Golongan IIA)
Sifat keperiodikan jari-jari atom:
- Dalam satu golongan, jari-jari atom cenderung membesar dari atas ke bawah. Hal ini karena penambahan kulit elektron.
- Dalam satu periode, jari-jari atom cenderung mengecil dari kiri ke kanan. Hal ini karena semakin bertambahnya jumlah proton, sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kuat.
Mari kita kelompokkan berdasarkan periode dan golongan:
- Periode 3: A (Gol IA), B (Gol IIA), C (Gol VIIA)
Urutan jari-jari atom Periode 3 (terbesar ke terkecil): A > B > C - Periode 4: D (Gol IA), E (Gol IIA)
Urutan jari-jari atom Periode 4 (terbesar ke terkecil): D > E
Sekarang bandingkan antara periode:
Unsur di Periode 4 (D dan E) memiliki jumlah kulit lebih banyak daripada unsur di Periode 3 (A, B, C). Oleh karena itu, jari-jari atom unsur di Periode 4 lebih besar daripada unsur di Periode 3.
Jadi, urutan jari-jari atom dari yang terbesar adalah:
(Unsur Periode 4) > (Unsur Periode 3)
D > E > A > B > C
Jawaban yang benar adalah D.
Tips Jitu Menghadapi UAS Kimia
- Pahami Konsep Dasar: Jangan hanya menghafal rumus. Pahami makna di balik setiap konsep.
- Latihan Soal Variatif: Kerjakan soal dari berbagai sumber (buku teks, modul, soal latihan guru, soal tahun sebelumnya). Perhatikan variasi tipe soal.
- Buat Ringkasan Materi: Catat poin-poin penting, rumus, dan contoh soal yang sulit.
- Fokus pada Topik yang Sulit: Identifikasi materi mana yang masih membuat Anda bingung, dan luangkan waktu lebih untuk mempelajarinya.
- Diskusikan dengan Teman atau Guru: Bertukar pikiran dan bertanya kepada guru dapat membantu mengatasi kesulitan pemahaman.
- Istirahat yang Cukup: Jangan belajar semalam suntuk. Pastikan tubuh dan pikiran Anda dalam kondisi prima saat ujian.
- Baca Soal dengan Teliti: Pahami apa yang ditanyakan sebelum mulai menjawab. Perhatikan detail-detail kecil.
- Periksa Kembali Jawaban: Jika waktu memungkinkan, luangkan waktu untuk memeriksa kembali semua jawaban Anda.
Penutup
Kimia adalah ilmu yang fundamental dan sangat relevan dengan kehidupan kita. Dengan pemahaman yang kuat terhadap konsep-konsep dasar di semester pertama, Anda akan lebih siap untuk melanjutkan studi kimia di tingkat yang lebih tinggi. Kumpulan contoh soal dan pembahasan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam persiapan UAS Anda. Ingatlah bahwa kunci keberhasilan adalah ketekunan, latihan, dan kemauan untuk terus belajar. Selamat belajar dan semoga sukses dalam UAS Kimia!
